Banner

Tentang Vihara Buddha Sakyamuni

Sejarah Vihara Buddha Sakyamuni

Jika melihat bangunan yang berdiri megah saat ini, mungkin banyak yang belum mengetahui kalau Vihara Buddha Sakyamuni (VBSM) bermula dari sebuah cetiya sederhana. Awalnya adalah tempat kecil yang sederhana di salah satu blok bangunan di Pertokoan IDT B.23, Jalan Diponogoro, Denpasar. Aktivitas di tempat ini dimulai sejak 16 Desember 1992. Selain Cetiya sebagai tempat kebaktian di lantai III, dua lantai dibawahnya dimanfaatkan untuk sekretariat bersama Gemabudhi dan Walubi Bali. Kehadiran Cetiya yang diberi nama Buddha Sakyamuni mendapat sambutan yang hangat dari para umat yang datang untuk melakukan puja bakti semakin bertambah. Akhirnya disepakati untuk mengembangkan Cetiya Buddha Sakyamuni dan Sekretariat Forum Ibu-ibu Buddhis (FIB) menjadi Maha Cetiya Buddha Sakyamuni, sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas untuk sarana berpuja bakti dan belajar Dhamma bagi umat Buddha dan simpatisan.

Perkembangan penting terjadi bersamaan saat Perayaan Dharmasanti Waisak 2535 29 Mei 1995 di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, kembali keluarga Bapak Putu Adiguna/Ibu Erlina Kang Adiguna mengutarakan niat baik untuk mendanakan tanah seluas 36,5 are terletak di Jalan gunung Agung Lingkungan Padang Udayana no.3A Denpasar, kepada Bhikkhu Sangha yang saat itu diterima oleh YM. Girirakhito Mahathera (alm) disaksikan oleh Gubernur Bali ketika itu, IB. Oka dan Dirjen Bimas Hindu dan Buddha, Ketut Pasek (alm).

Setelah merenovasi bangunan sederhana, akhirnya 30 April 1996 Maha Cetiya Buddha Sakyamuni pindah ke tempat yang sekarang dengan ruang Dhammasala yang klebih besar. Saat itu statusnya tetap meminjam gedung dari keluarga Bapak Putu Adiguna/Ibu Erlina Kang Adiguna mengingat tanah yang disumbangkan di sebelahnya belum ada bangunan.

Di tempat yang baru Maha Cetiya berubah menjadi Vihara karena syarat sebagai vihara telah terpenuhi. Upaya mewujudkan vihara yang benar-benar representatif diawali dengan acara ramah tamah tanggal 7 Juli 2002 di Keraton Jimbaran Resort, yang dimotivasi oleh YM. Uttamo Mahathera terkumpul dana sejumlah Rp 939.300.000. Dilanjutkan kemudian tanggal 9 Juli 202 di Vihara Buddha Sakyamuni terkumpul dana sejumlah Rp 360.150.000. Akhirnya 9 Juli 2002, dengan dihadiri 9 orang Bhikkhu Sangha Theravada Indonesia dan dukungan segenap umat, dilangsungkan acara ritual peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Vihara Buddha Sakyamuni yang diawali oleh Sanghanayaka, YM. Dhammasubho Mahathera.

Proses pembangunan yang menyita banyak waktu, perhatian, dan tenaga, dan tentu saja dana yang tidak sedikit, akhirnya membuahkan hasil. Secara bertahap pembangunan bisa diselesaikan. Yang paling pertama, 23 Januari 2005 dilakukan dengan peresmian bangunan kuti dan mulai bisa dipergunakan. Kemudian dilanjutkan dengan peresmian gedung Dhammasala yang baru pada 17 Juni 2005. Tanggal 14 April 2006 dilaksanakan upacara Abhiseka Buddha Rupam sekaligus penempatan stupa setinggi 10 meter sebagai landmark Vihara Buddha Sakyamuni, tepat saat purnama sebulan menjelang Waisak sebagai Hari Ulang Tahun Vihara Buddha Sakyamuni yang disebut Mahajata.

 

Dayaka Sabha Vihara Buddha Sakyamuni

 

Hubungi Kami

Jalan Gunung Agung,
Lingkungan Padang Udayana No. 3A,
Denpasar, Bali
Telp. 0361-427455
081 999 383 768
D2DCDE82
http://goo.gl/AWJbsZ (Channel Telegram)
Vihara Buddha Sakyamuni (Facebook Page)
viharabuddhasakyamuni.org

©2014 viharabuddhasakyamuni.org